Sejarah Asuransi Di Indonesia Dari Zaman Sebelum Masehi Sampai Sekarang

Sejarah Asuransi Di Indonesia Dari Zaman Sebelum Masehi Sampai Sekarang

Sejarah Asuransi, kita sangat sering mendengar tentang asuransi, apalagi Asuransi di Indonesia, ada begitu banyak jasa asuransi Indonesia yang menawarkan berbagai jasa untuk masyarakat Contoh Jasa Asuransi seperti, asuransi mobil, asuransi kesehatan, asuransi jiwa kematian, Asuransi Jasa Raharja, dan masih banyak nama nama asuransi serta manfaat asuransi di indonesia. Sebelum kita mengupas lebih jauh tentang asuransi, apakah Anda sudang mengerti apa itu asuransi? Dan bagaimana sejarah asuransi ini muncul sampai ke Indonesia. Dalam hal itu, penulis akan mengulas mengenai sejarah asuransi di indonesia agar kita sama-sama mengerti tentang makna dari asuransi tersebut. Selamat Membaca

Pengertian Asuransi

Menurut situs Wikipedia (2019), Asuransi adalah pertanggungan atau perjanjian antara dua belah pihak, dimana pihak satu berkewajiban membayar iuran/kontribusi/premi. Pihak yang lainnya memiliki kewajiban memberikan jaminan sepenuhnya kepada pembayar iuran/kontribusi/premi apabila terjadi sesuatu yang menimpa pihak pertama atau barang miliknya sesuai dengan perjanjian yang sudah dibuat)

Sejarah Asuransi Di Dunia Hingga Sejarah Asuransi Di Indonesia

Zaman Sebelum Masehi (SM)

Sekitar tahun 2250 SM, para bangsa Babylonia sudah lebih dahulu menerapkan suatu konsep yang bisa dikatakan mirip dengan asuransi. Bangsa Babylonia adalah bangsa yang hidup di lembah sungai Euprat dan Tigris. Pada zaman tersebut jika ada seorang pemilik kapal membutuhkan sejumlah dana untuk operasional kapal atau untuk keperluan usaha lainnya, maka ia akan melakukan peminjaman sejumlah uang kepada seorang saudagar kaya. Pemilik kapal itupun menggunakan kapalnya sebagai barang yang nantinya menjadi jaminan dan disepakati perjanjian bahwa si pemilik kapal tersebut nantinya akan dibebaskan dari hutangnya, dengan catatan jika kapal tersebut sampai tujuan dengan selamat. Sebagai syaratnya, pemilik kapal memberikan sejumlah uang kepada saudagar sebagai imbalan atas risiko yang dipikul oleh saudagar.

Dari konsep ini, kita dapat menganggap sejumlah uang yang diberikan pemilik kapal kepada saudarar ini sama dengan istilah “premi” yang dikenal pada asuransi pada zaman sekarang. Transaksi seperti ini disebut dengan istilah “Respondent/A Contract”. Dan pada akhirnya transaksi ini semakin berkembang.

Sejarah Asuransi Tahun 215 SM (Sebelum Masehi) dan Tahun 50 SM (Sebelum Masehi)

Kemudian pada tahun 215 SM, didapati sejarah pemerintahan Romawi didesak oleh para pemasok pelengkapan persenjataan dan perbekalan tentara kerajaan untuk menerima sebuah gagasan. Gagasan atau konsep tersebut bertujuan melindungi pemasok tersebut terhadap segala risiko kerugian yang mungkin mereka alami atas barang-barang mereka yang berada di kapal. Yang dari sejarah tersebut mengenai kerugian tentang kemungkinan adanya suatu bahaya maritim seperti serangan dari setiap musuh dan juga badai yang menerpa.

Selanjutnya pada tahun 50 SM kaisar Cicero memberi penjelasan tentang praktek proteksi atau jaminan atas keselamatan pengiriman uang atau surat-surat berharga selama dalam perjalanan. Sebagai imbalannya, pihak yang diberi proteksi (pengirim uang/surat-surat berharga) memberikan semacam uang premi kepada pihak pemberi proteksi.

Sejarah Asuransi Pada Zaman Peralihan Sebelum Masehi ke Masehi

Sekitar tahun 50 SM – 200 M Kaisar Claudius dari kerajaan Romawi mengeluarkan sebuah peraturan. Isi dari peraturan tersebut adalah meberikan jaminan kepada importir terhadap semua kerugian yang mereka alami akibat dari bencana alam. Sebagai syaratnya, para importir dikenakan premi.

Sekitar tahun 200 M di Romawi bermunculan perkumpulan-perkumpulan yang disebut “Collegia”. Perkumpulan-perkumpulan tersebut mengadakan kegiatan sosial pengumpulan dana untuk biaya pemakaman kalau ada anggotanya yang meninggal di medan perang. Selain itu, para budak juga membentuk perkumpulan (collegia) dengan tujuan apabila nantinya meninggal dapat dikubur dengan layak.

Perkumpulan yang dibentuk oleh para budak disebut dengan “Collegia Nititum”. Bukan hanya perkumpulan itu yang ada, namun harus kita ketahui bahwa ada juga perkumpulan yang dinamakan “Collegia Tennorioum” dimana perkumpulan ini langsung dibentuk oleh para aktor di Italia yang mempunyai fokus serta tujuan untuk membantu para janda dan anak-anak yatim para anggota-anggota mereka.

Sejarah Asuransi Pada Zaman Masehi

Dengan adanya perkembangan pada sektor pertanian yakni pada tahun 1194-1266 M, ada kecondonga setiap manusia ingin menciptkan dan membentuk suatu perkumpulan atau organisasi-organisasi. Dimana organiasi tersebut nantinya menaungi orang–orang yang memiliki profesi-profesi yang sama. Pekumpulan ini disebut dengan “gilda”. Misalnya perkumpulan/gilda tukang kayu, gilda tukang roti dan sebagainya. Gilda-gilda tersebut mempunyai tujuan yang sama dengan tujuan Collegia pada zaman Romawi, yaitu meningkatkan kesejahteraan para anggotanya.

Sehingga dapat dikatakan bahwa Collegia dan Gilda merupakan sistem yang diakui oleh masyarakat paza zaman tersebut. Akhinya pada masa pemerintahan Ratu Eleanor dari Belgia (1194 – 1266) dibentuk Undang-Undang Asuransi yang tercantum dalam “Role’s de Oleron”. Selain itu juga kita harus mengetahui di London pada tahun 1668 M terbentuklah Lloyd of London sebagai cikal bakal yang nantinya akan melahirkan asuransi konvensional.

Sejarah Asuransi di Indonesia

Pada masa penjajahan Belanda, Negara Indonesia masih dikenal dengan sebutan Nederlands Indie(Hindia Belanda). Pada Masa ini sistem asuransi sudah masuk ke indonesia. Hal ini tidak terlepas dari keberhasilan Belanda dalam sektor perkebunan dan perdagangan di Indonesia. Asuransi diperlukan oleh Belanda untuk menjamin kelangsungan usahanya. Perusahaan-perusahaan asuransi yang hadir di Hindia Belanda pada zaman penjajahan diantaranya :

⦁ Perusahaan-perusahaan yang didirikan oleh orang Belanda.
⦁ Perusahaan-perusahaan dari kantor cabang Perusahaan Asuransi dimana setiap perusahan tersebut mempunyai kantor pusat di negara Belanda, Inggris dan di negeri-negara lainnya.

Pada prakteknya, asuransi di Hindia Belanda lebih terfokus pada kegiatan perdagang dan kepentingan bangsa Belanda, Inggris, dan bangsa Eropa lainnya. Hal-hal tersebut semua bermula karna diterapkannya praktek monopoli oleh pemerintah Hindia Belanda sehingga manfaat dan peranan asuransi belum dirasakan oleh masyarakat pribumi pada saat itu.

Setelah kemerdekaan sampai tahun 1946 asuransi di Indonesia masih dikuasai oleh Perusahaan Asing. Dari peristiwa itu, mereka akhirnya mendirikan sebuah badan mereka beri nama “Bataviasche Verzekerings Unie” (BVU)” dimana badan tersebut nantinya melakukan kegiatan asuransi secara kolektif. Dari perjalanan panjang perkembangan asuransi yang penuh dengan banyak fenomena akhirnya mulailah berkembang berbagai perusahaan asuransi-asuransi baik lokal maupun asing di indonesia sampai sekarang, seperti asuransi kematian, asuransi mobil, asuransi motor, serta macam-macam asuransi lainnya, mungkin di postingan lain kita akan membahas lebih dalam mengenai macam-macam asuransi di indonesia.

Itulah sekilas mengenai sejarah asuransi dunia dan asuransi di Indonesia. Semoga menambah pengetahuan kita mengenai asuransi, kalian mau menggunakan jasa asuransi apa? Sampai jumpa di artikel asuransi – asuransi yang lain.

3 thoughts on “Sejarah Asuransi Di Indonesia Dari Zaman Sebelum Masehi Sampai Sekarang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *