Etika dan Filsafat Komunikasi, ‘Upaya Memperoleh Kebenaran Serta Materi Lainnya’

Etika dan Filsafat Komunikasi, ‘Upaya Memperoleh Kebenaran Serta Materi Lainnya’

Materi tentang Etika dan Filsafat Ilmu Komunikasi begitu luas, sehingga penulis harus mencoba menyederhanakannya, semoga dalam setiap tulisan yang penulis angkat,menjadi bahan referensi bagi pengunjung setia Jurnal Rival. seperti biasa, tidak terlalu banyak pendahuluan, kita memulai membahas poin perpoin, jangan lupa, bagi pengunjung yang copas sangat diharapkan agar menyertakan sumbernya. Terimakasih

Etika dan Filsafat Ilmu Komunikasi ‘Upaya memperoleh Kebenaran’

Kebenaran adalah persesuaian antara pengetahuan dan obyek, atau bisa juga diartikan suatu pendapat atau perbuatan seseorang yang sesuai dengan orang lain dan tidak merugikan diri sendiri. Dalam memperoleh kebenaran ada beberapa pendekatan yang dipakai manusia untuk memperoleh kebenaran yaitu :

  • Pendekatan Empiris

Manusia mempunyai alat indera yang dengannya manusia mampu mengenal berbagai hal yang ada disekitarnya, dan tidak ada pengalaman yang diperoleh tanpa melalui indera. Dengan dasar tersebut maka timbul anggapan bahwa kebenaran dapat diperoleh melalui penginderaan atau pengalaman. Dalam pendekatan empiris ini mengatakan bahwa dengan penginderaan atau pengalaman kita mendapat pemahaman yang benar mengenai bentuk, ukuran, warna, dll mengenai suatu hal.

Bagi kaum empiris, yaitu mereka yang mempercayai bahwa penginderaan merupakan satu-satunya cara untuk memperoleh kebenaran. Pengetahuan itu bukan didapatkan melalui penalaran rasional yang abstrak, namun melalui pengalaman yang konkrit. Misalnya adalah gejala-gejala ilmiah menurut kaum empiris adalah bersifat konkrit dan dapat dinyatakan melalui tangkapan indera manusia.

  • Pendekatan Rasional

Pendekatan rasional adalah cara lain untuk mendapatkan kebenaran yaitu dengan mengandalkan rasio. Dalam pendekatan ini kebenaran diperoleh melalui proses berpikir, yaitu manusia dapat menangkap ide atau prinsip tentang sesuatu yang pada akhirnya  sampai pada kebenaran.

Menurut kaum rasionalis agar memperoleh kebenaran premis yang digunakan dalam penalarannya yakni ide, dan fungsi pikiran manusia adalah mengenal ide tersebut untuk dijadikan pengetahuan.

  • Pendekatan Intuitif

Intuisi adalah pengetahuan yang didapatkan tanpa melalui proses penalaran-penalaran tertentu. Intuisi bersifat personal dan tidak bisa diramalkan, intuisi yang dialami seseorang bersifat khas, unik serta tidak bisa dijelaskan, dan juga tidak bisa ditiru orang lain. Intuisi juga sulit untuk diulangi.

Contoh intuisi misalnya sesorang yang sedang menghadapi masalah tiba-tiba menemukan jalan keluarnya atau seseorang yang memperoleh informasi mengenai suatu peristiwa yang akan terjadi. Kebenaran yang diperoleh dengan pendekatan intuitif sulit untuk dipertanggung jawabkan. Tetapi menurut A.Maslow intuisi adalah pengalaman puncak dan menurut Nietzche intuisi adalah intelegensi paling tinggi.

  • Pendekatan Religius

Dalam pendekatan religius, Tuhan adalah sumber kebenaran. Dan untuk mendapatkan kebenaran religius manusia harus berhubungan dan percaya kepada tuhan melalui ibadah dan kitab suci. Kebenaran yang mutlak dan tertinggi adalah berasal dari tuhan, dan agama sebagai teori kebenaran. Sesuatu dianggap benar bila sesuai dengan ajaran agama atau kitab suci.

Kebenaran religius bukan hanya terkait dengan kehidupan sekarang dan terjangkau oleh pengalaman, namun juga mencakup masalah-masalah yang bersifat transidental seperti latar belakang penciptaan manusia dan kehidupan setelah kematian.

  • Pendekatan Otoritas

Dalam pendekatan otoritas kebenaran dapat dilakukan dengan dasar pendapat atau pernyataan dari pihak yang memiliki otoritas, yaitu orang yang memiliki kelebihan tertentu dibanding masyarakat pada umumnya. Kelebihan tersebut bisa berupa kekuasaan, intelektual, pengalaman, dll. Orang yang memiliki kelebihan tersebut akan disegani dan menjadi panutan, serta apa yang mereka nyatakan akan diterima oleh masyarakat sebagai suatu kebenaran.

Sebagai contoh dari kebenaran dengan pendekatan otoritas ini yaitu pada masa yunani kuno para pemikir seperti Socrates, aristoteles dipandang sebagai sumber kebenaran. Akibatnya yaitu apa yang dikatakan para tokoh tersebut akan menjadi acuan dalam memahami realitas, berpikir, dan bertindak.

Setelah Membahas upaya pembenaran, dilanjutkan dengan Pengertian, Persamaan, Dan Perbedaan Moral, Norma, Kaidah, Dan Etiket

Moral

Secara etimologis, kata moral berasal dari kata mos dalam bahasa Latin, bentuk jamaknya mores, yang artinya adalah tata-cara atau adat-istiadat. Dalam KBBI atau kepanjangan dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989: 592), moral diartikan sebagai akhlak, budi pekerti, atau susila.

Moral adalah pandangan tentang baik dan buruk, benar dan salah, apa yang dapat dan tidak dapat dilakukan oleh manusia (Atkinson, 1969).

Contohnya yaitu seorang anak yang menonton sinetron di tv dengan adegan bullying. Kemudian ia melakukan mencontoh adegan tersebut dan mem-bully temannya di sekolah. Maka anak tersebut dikatakan tidak mempunyai moral yang baik.

Norma

Norma adalah sebuah aturan yang berisi atau terdapat rambu-rambu dalam menggambarkan ukuran tertentu yang di dalamnya terkandung nilai benar/salah. NORMA adalah pedoman, kriteria,ukuran atau ketentuan yang mengatur tingkah laku manusia dalam masyarakat berdasarkan nilai-nilai tertentu.

Macam-macam norma :

Norma Kesopanan

Norma Kesusilaan

Norma Agama

Norma Hukum

Contoh norma yaitu mematuhi aturan lalu lintas ketika berkendara.

Kaidah

Dalam kbbi, kaidah adalah rumusan asas yang menjadi hukum; aturan yang sudah pasti;dalil; patokan. Kaidah merupakan suatu patokan atau ukuran sebagai pedoman bagi manusia dalam bertindak. Kaidah juga dapat dikatakan sebagai aturan yang mengatur prilaku manusia dan prilaku kehidupan bermasyarakat.

Contoh kaidah yaitu UU KUHP tentang tindak pidana yang mengatur setiap perbuatan pidana dan memiliki sanksi.

Etiket

Etika, yang berasal dari kata ethos dalam bahasa Yunani Kuno, yang berarti kebiasaan, adat, watak, akhlak, perasaan, sikap, atau cara berfikir. Etika adalah cara manusia memperlakukan sesama dan menjalani hidup dan kehidupan dengan baik, sesuai aturan yang berlaku didalam lingkungan masyarakat

Contoh etiket :

-Mengucapkan salam saat bertamu

-Cium tangan orang tua sebelum melakukan aktifitas sehari-hari

-Membuang sampah pada tempatnya

-Meminta maaf saat melakukan kesalahan

-Makan menggunakan tangan kanan

Persamaan Perbedaan

Persamaan :

Moral, norma, kaidah, dan etiket sama-sama memberi pedoman dan mengatur kehidupan manusia agar melakukan perbuatan yang baik dan menghindari perbuatan yang buruk.

Perbedaan :

Moral adalah pandangan baik dan buruk terhadap sesuatu,

Norma adalah aturan mengenai benar dan salah yang berlaku di masyarakat,

Kaidah adalah aturan dalam bertindak,

Dan etika adalah cara manusia memperlakukan sesama dan menjalani hidup dan kehidupan dengan baik, sesuai aturan yang berlaku di masyarakat.

Sumber : Materi Perkuliahan Etika dan Filsafat Ilmu Komunkasi

0 thoughts on “Etika dan Filsafat Komunikasi, ‘Upaya Memperoleh Kebenaran Serta Materi Lainnya’

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *