Dasar Hukum Asuransi Syariah Yang Harus Anda Pahami, Cek Disini

Dasar Hukum Asuransi Syariah Yang Harus Anda Pahami, Cek Disini

Dasar Hukum Asuransi Syariah, Asuransi bagi sebagian orang sangat penting, seperti asuransi kesehatan, asuransi jiwa, asuransi pertanian dan masih banyak lagi mengenai asuransi. Selain itu, ada juga yang disebut dengan asuransi syariah. Apakah kalian tahu mengenai prinsip asuransi syariah? serta apa saja dasar hukum asuransi syariah? disini penulis akan menjelaskannya. Selamat membaca

Pengertian Asuransi Syariah

Baca Juga:
Daftar Asuransi Jiwa Terbaik di Indonesia 2019/2020, Ini Langkah Mudah Mendapatkannya


Premi Asuransi: Pengertian, Fungsi Dan Komponen Premi Asuransi

Partner Rival Finance (Jurnal Rival Populer)

Dalam bahasa Arab, Asuransi disebut at-ta’min, penanggung disebut mua’ammin, sedangkan tertanggung disebut muamman lahu atau musta’min. Menurut pasal 246 wetboek wan koophandel (kitab UU perniagaan) bahwa yang dimaksud dengan asuransi adalah suatu persetujuan di mana pihak yang meminjam berjanji kepada pihak yang dijamin untuk menerima sejumlah uang premi sebagai pengganti dari kerugian, yang mungkin (Kemungkinan Terjadi) saja akan diderita oleh yang dijamin karena akibat dari suatu peristiwa yang belum jelas akan terjadi.

Mustafa Ahmad Az-Zarqa memaknai asuransi adalah sebgai suatu cara untuk memelihara manusia dalam menghindarari resiko (ancaman) bahaya yang beragam yang akan terjadi dalam kehidupannya.

Pendapat Ulama Tentang Asuransi Syariah

Di kalangan ulama atau cendikiawan Muslim terdapat dua pendapat tentang hukum asuransi, yaitu:

1. Asuransi Haram

Mengaramkan asuransi dalam segala macam dan bentuknya seperti sekarang ini, termasuk asuransi jiwa. Kelompok ini diantaranya sayyid sabiq yang diungkap dalam kitabnya fiqh as-sunnah, Abdullah al-Qalqili, Muhammad Yusuf Al-Qardhawi, dan Muhammad Bakhir al-Muth’I, alasannya antara lain:

  • Asuransi sama hakikatnya dengan judi
  • Mengandung unsur tidak jelas dan tidak pasti
  • Mengandung unsur riba/rente
  • Mengandung unsur eksploitasi karena apabila pemegnang polis tidak bisa melanjutkan pembayaran preminya, bisa hilang atau dikurangi uang premi yang telah dibayarkan. Premi adalah sesuatu yang diberikan hadish, sumbangan, ata sesatu yang dibayar sebagai tambahan (extra) perangsang.
  • Premi-premi yang telah dibayar oleh para pemegang polis diputar menjadi praktek riba (karena uang tersebut dikreditkan dan dibungakan). Polis adalah bukti tertulis asuransi antara tertanggng dengan penanggung dimana dengan menerima sejumlah premi mengikatkan diri untuk mengganti kerugian yang timbul atas objek yang dipertanggung jawabkan sesuai yang tercantum dalam polis asuransi.
  • Asuransi termasuk akad sharfi, artinya jual beli atau tukar menukar mata uang tidak dengan uang tunai.
  • Hidup dan matinya manusia dijadikan objek bisnis, yang berarti mendahului takdir Tuhan yang Maha Esa

2. Asuransi Boleh

Membolehkan semua asuransi dalam prakteknya dewasa ini. Pendapat ini kemukakan oleh Abdul wahab Khalaf, Mustafa Ahmad Zarqa, hammad Yusuf Musa, dan alasan-alasan yang dikemukannya adalah sebagai berikut:

  • Tidak ada nash al-Qur’an maupun nash Al-Hadist yang melarang asuransi;
  • Kedua pihak yang brejanji (asurador dan yang mempertanggungkan) dengan penuh kerelaan menerima operasi ini dilakukan dengan memikul tanggung jawab masing-masing.
  • Asuransi tidak merugikan salah satu atau kedua belah pihak dan bahkan asuransi menguntungan kedua belah pihak
  • Asuransi mengandung kepentingan umum, sebab premi-premi yang terkumpul dapat diinvestasikan( disalurkan kembali untuk jadi modal) untuk proyek-proyek yang produktif dan untuk pembangunan
  • Asuransi termasuk akad mudharabah
  • Asuransi termasuk syirkah ta’awuniyah
  • Dianalogika atau diqiyasan dengan system pension, seperti taspen
  • Operasi asuransi dilakukan untuk kemaslahatan umum dan kepentingan bersama
  • Asuransi menjaga banyak manusia dari kecelakaan harta benda, kekayaan, dan kepribadian.

Dengan alasan-alasan yang demikian, asuransi dianggap membawa manfaat bagi persertanya dan perusahaan asuransi secara bersamaan. Praktik atau tindakan yang dapat mendatangkan kemaslahatan orang banyak dibenarkan oleh agama.

Dasar Hukum Asuransi Syariah Menurut Al-qur’an dan Hadis

Dasar Hukum Asuransi Syariah Menurut Al-qur’an

Al-Maidah ayat 2

يَٰٓأَيُّهَاٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تُحِلُّواْ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ وَلَا ٱلشَّهۡرَٱلۡحَرَامَ وَلَا ٱلۡهَدۡيَ وَلَا ٱلۡقَلَٰٓئِدَ وَلَآ ءَآمِّينَ ٱلۡبَيۡتَٱلۡحَرَامَ يَبۡتَغُونَ فَضۡلٗا مِّن رَّبِّهِمۡ وَرِضۡوَٰنٗاۚ وَإِذَا حَلَلۡتُمۡ فَٱصۡطَادُواْۚ وَلَا يَجۡرِمَنَّكُمۡ شَنَ‍َٔانُ قَوۡمٍ أَن صَدُّوكُمۡ عَنِ ٱلۡمَسۡجِدِٱلۡحَرَامِ أَن تَعۡتَدُواْۘ وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِۚ وَٱتَّقُواْٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلۡعِقَابِ ٢

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi´ar-syi´ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keridhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya (Q.S. Almaidah:2)

Al-Quran tidak menyebutkan secara tegas ayat yang menjelaskan praktik asuransi seperti yang ada saat ini, walaupun begitu al-qur’an masih mengakomodir ayat-ayat yang mempunyai nilai-nilai dasar yang ada dalam praktik asuransi, seperti nilai-nilai dasar tolong-menolong, atau semangat untuk memproteksi diri terhadap peristiwa kerugian (peril) dimasa mendatang.

Dan juga dalam surat

  • Al-Baqarah ayat 185
  • Al-Baqarah ayat 261
  • Al-Hasyr ayat18

Dasar Hukum Asuransi Syariah Menurut Hadis (As-Sunnah)

“Barang siapa melepaskan dari seseorang muslim suatu kesulitan di dunia, Allah akan melepaskan kesulitannya darinya pada hari kiamat, dan Allah akan senantiasa menolong hambah-Nya selama ia (suka) menolong saudaranya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

“Perumpamaan orang beriman dalam kasih sayang, saling mengasihi dan mencintai bagaikan tubuh (yang satu); jikalau satu bagian menderita sakit, maka bagian lain akan turut menderita.” (HR. Muslim dari Nu’man bin Basyir)

Kaidah fiqh :

“Pada dasarnya, semua bentuk mu’amalah boleh dilakukan kecuali ada dalil yang mengharamkannya.” “Segala mudharat harus dihindarkan”

Fungsi dan Tujuan Asuransi Syariah

Baca Juga:

Klaim asuransi kesehatan? Perhatikan 5 Hal Ini Terlebih Dahulu


Sejarah Asuransi Di Indonesia Dari Zaman Sebelum Masehi Sampai Sekarang

Rival Finance Indonesia

Adapun yang menjadi tujuan dari pendirian asuransi adalah menjaga konsistensi pelaksanaan syariah di bidang keuangan.

  • Antisipasi terhadap makin meningkatnya kemakmuran bangsa
  • Turut meningkatkan kesadaran berasuransi masyarakat
  • Menumbuhkan kemampuanumatIslamdibidangpengelolaanindustri asuransi

Sedangkan fungsi dari asuransi syariah adalah:

Fungsi dari segi pelaksanaan Syariat Islam

Fungsi yang pertama ini mengandung makna bahwa asuransi syariah merupakan realisasi dari ketentuan-ketentuan yang ada dalam syariat Islam itu sendiri, yang bahwa prinsip operasional asuransi syariah ini mengacu kepada al-Quran dan al-Sunnah serta pendapat para fuqaha. Di dalam syariat Islam terkandung substansi anjuran tentan sikap saling melindungi antar sesama manusia, sikap saling tolong menolong, berlomba-lomba dalam kebajikan dan hidup bekerjasama.

Kehadiran Asuransi Syariah ini merupakan sebuah media untuk terjelmahnya kemaslahatan umat. sedangkan kemaslahatan umat itu sendiri merupakan tujuan utama dari syariat Islam. Hal ini berarti bahwa kehadiran asuransi syariah seiring dengan tujuan yang dikehendaki disyariatkannya ajaran Islam kepada umat manusia, yakni kemaslahatan manusia itu sendiri.

Fungsi dari segi pembangunan nasional

Sedangkan jika dilihat dari segi pembangunan nasional adalah bagaimana bisa mensejahterakan dan mententramkan kehidupan rakyat. Kehadiran asuransi syariah memiliki fungsi untuk mensejaterahkan dan mententramkan rakyat ketika tertimpa musibah atau bencana.

Fungsi dari segi pengelolaan dan pendayagunaan ekonomi umat

Kehadiran asuransi syariah sebagai sebuah lembaga keuangan syariah tampaknya bisa lebih mengelola dan mendayagunakan potensi ekonomi umat Islam secara maksimal Keterlibatan masyarakat menjadi peserta asuaransi dengan membayar sejumlah premi akan mengakibatkan terkumpulnya sejumlah dana yang bisa dijadikan sebagai modal usaha. Bila modal itu diinvestasikan kepada bank syariah, maka akanmemperkokoh permodalan yang dimiliki oleh perbankan syariah.

Asuransi dalam Sistem Islam

Baca Juga:

Tujuh Manfaat Asuransi Kesehatan Untuk Keluarga Tercinta


101 Istilah Pasar Modal Dalam Investasi Saham Yang Wajib Anda Ketahui

Asuransi Syariah

Dijelaskan oleh Muhamad Netajullah Shiddiqi bahwa asuransi merupakan suatu kebutuhan dasar bagi manusia karena kecelakaan dan konsekuensi finansialnya memerlukan satuan. Asuransi merupakan organisasi penyantun masalah-masalah yang universal, seperti kematian mendadak, cacat , penyakit pengangguran, kebakaran, banjir ,badai, dan kecelakaan-kecelakaan yang bersangkutan dengan transportasi serta kerugian finansial yang disebabkannya.

Rancangan asuransi yang dipandang sejalan dengan nila-nilai islam yang diajukan oleh Muhammad Netajullah Shiddiqi adalah sebagai berikut.

  • Semua asuransi yang menyangkut bahya pada jiwa manusia, baik mengenai anggota badan maupun kesehatan harus ditangani secara ekslusif dibawah pengawasan Negara. Jika nyawa anggota badan atau kesehatan manusia tertimpa akibat kecelakaan pada industry atau ketika sedang melaksanakan tugas yang diperintahkan oleh majikannya. Beban pertolongan dang anti rugi dibebankan kepada setelah mengakibatkan mengangurnya orang yang bersangkutan. Bersamaa dengan ini haruslah individu diberi kebebasan mengambil asuransi guna menanggulangi kerugian yang terjadi pada kepentingan dirinya dan keluarganya oleh berbagai kecelakaan sehingga dapat memelihara oleh berbagai kecelakaan sehingga ia dapat memelihara produktivitas ekonomi serta kelanjutan bisnisnya.

Asuransi seperti diatas harus menjadi kepentingan Negara dengan membawa semua asuransi ke bawah wewenang dilaksanakan oleh Negara. Negara harus mengambil langkah-langkah untuk melindungi kekayaan dan harta milik orang banyak dari kebakaran, banjir , kerusakan gempa buymi, badai, dan pencurian. Kesempatan harus diberikan kepada setiap individu untuk mengambil asuransi terhadap kerusakan finansial yang terjadi. Uang ganti rugi hendaklah ditetapkan dalam setiap kasus menurut persetujuan kontrak sebelumnya yang menjadi dasar pembayaran premi oleh pemilik kekayaan.

Dalam hal seseorang jatuh miskin disebabkan oleh suatu musibah, orang tersebut harus ditolong dari kemiskinannya dengan system jaminan sosial. Jaminan ini mesti dapat diperoleh tanpa pembayaran premi apapun. Akan cocok kiranya jika perusahaan-perusahaan besar seprti industry pesawat terbang wajib untuk diasuransikan, rumah tempat tinggal juga dapat dipertimbangkan menurut jalur-jalur ini, badan swasta yang melakukan usaha asuransi bagi barang-barang kekayaan juga dapat diizinkan.

Hendaklah sebagian besar bentuk asuransi yang berkaitan dengan jiwa, pertdagangan laut, kebakaran, dan kecelakaan dimasukkan dalam sector Negara. Beberapa diantaranya yang berurusan dengan kecelakaan-kecelakaan tertentu, hak-hak, dan kepentingan-kepentingan serta kontrak-kontrak yang biasa diserahkan kepada sector swasta.

Referensi

Academia Education, Berbagai Sumber lainnya.

4 thoughts on “Dasar Hukum Asuransi Syariah Yang Harus Anda Pahami, Cek Disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *